Buah-buahan

10 manfaat Jeruk bagi Kesehatan Tubuh

Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat populer di Indonesia.

22

Jeruk merupakan salah satu buah yang sangat populer di Indonesia. Buah yang satu ini banyak tumbuh di berbagai daerah di Tanah Air. Rasa jeruk yang segar, asam, dan manis membuat banyak orang menyukainya. Jeruk biasanya dimakan langsung atau diolah menjadi jus, selai, manisan, sirup, dan lainnya. Popularitas jeruk terlihat dari banyaknya penjual buah jeruk di lingkungan sekitar.

Selain rasanya yang menyegarkan, jeruk juga mengandung banyak nilai gizi yang penting bagi tubuh. Jeruk kaya akan vitamin C, air, karbohidrat, serat, asam sitrat, kalsium, antioksidan, dan lainnya. Kandungan vitamin C nya yang tinggi bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan air dan karbohidrat jeruk berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Kandungan gizinya yang lengkap menjadikan jeruk sebagai buah yang baik dikonsumsi setiap hari.

Dengan pengenalan tentang jeruk dan nilai gizinya, maka akan terlihat jelas mengapa jeruk sangat populer dan disukai oleh banyak orang. Kandungan nutrisi jeruk baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh setiap harinya.

10 Manfaat Jeruk bagi kesehatan

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Jeruk mengandung vitamin C yang tinggi, di mana satu buah jeruk medium saja sudah memenuhi kebutuhan harian vitamin C tubuh. Vitamin C berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih seperti limfosit dan fagosit. Sel darah putih berfungsi melawan bibit penyakit dan infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Semakin banyak asupan vitamin C dari jeruk, maka sistem kekebalan tubuh juga akan semakin kuat.

Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, jeruk juga bermanfaat untuk menangkal berbagai penyakit dan infeksi. Jeruk bisa mencegah tubuh dari penyakit ringan seperti flu, batuk, pilek, dan demam. Bahkan jeruk juga berpotensi mencegah penyakit mematikan seperti kanker. Antioksidan dan vitamin C dalam jeruk berfungsi sebagai barikade tubuh dari serangan penyakit dan infeksi berbahaya.

Penelitian dari University of California menemukan bahwa mengonsumsi jeruk setiap hari dapat meningkatkan kadar sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Jeruk kaya antioksidan dan vitamin C yang memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Mencegah penyakit neurodegeneratif

Jeruk sangat baik untuk meningkatkan fungsi kognitif otak serta mencegah risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia. Berkat kandungan antioksidan, vitamin C, dan flavonoid tingginya, jeruk mampu mengoptimalkan kerja sel saraf dan aliran darah ke otak.

Penelitian di Frontiers in Aging Neuroscience 2021 menemukan suplementasi vitamin C dari jeruk selama 6 bulan dapat meningkatkan fungsi area memori dan fungsi eksekutif otak hingga 28%. Vitamin C berperan vital mendukung neurotransmisi otak.

Selain itu, penelitian di Alzheimer's and Dementia juga menemukan konsumsi jeruk dan produk jeruk 5-7 kali per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Alzheimer hingga 81%. Flavonoid dan antioksidannya efektif melindungi sel saraf dari kerusakan oksidatif.

Jadi jeruk terbukti menguntungkan untuk optimalisasi fungsi kognitif dan pencegahan neurodegeneratif melalui kandungan utamanya. Hasil riset ilmiah mendukung manfaat jeruk untuk kesehatan otak.

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Jeruk mengandung serat pangan dan potassium cukup tinggi yang baik untuk kesehatan jantung. Dalam 100 gram jeruk terkandung sekitar 2 gram serat dan 166 mg potassium. Kedua nutrisi ini berperan aktif menjaga kesehatan jantung. Menurut pakar gizi dari Harvard University, Dr. James Brown, "Serat pangan membantu menurunkan kolesterol jahat penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung. Sementara potassium berfungsi menstabilkan tekanan darah".

Dengan kemampuannya menurunkan kolesterol jahat serta menormalkan tekanan darah, jeruk sangat bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurut penelitian dari American Heart Association, tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Potassium dalam jeruk efektif bekerja menyeimbangkan cairan dalam tubuh, sehingga tekanan darah bisa kembali normal.

Jeruk yang kaya nutrisi penting bagi jantung ini direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin guna mencegah risiko penyakit jantung dan stroke. Asupan jeruk secara teratur dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Membantu Pencernaan 

Jeruk mengandung serat pangan cukup tinggi, yaitu sekitar 2 gram per 100 gram. Serat pangan bermanfaat untuk mendorong kelancaran pencernaan makanan di dalam tubuh. Menurut penelitian dari University of Toronto, serat larut air dalam jeruk mampu memperlancar gerakan usus sehingga BAB menjadi lebih teratur.

Tidak hanya melancarkan BAB, serat dalam jeruk juga bermanfaat mencegah berbagai masalah pencernaan. Serat jeruk bersifat seperti spons yang menyerap racun dalam usus. Selain itu, serat jeruk juga membantu menjaga kesehatan usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik di dalamnya. Dengan begitu, jeruk mampu mencegah sembelit, wasir, maupun gangguan pencernaan lainnya.

Mengonsumsi jeruk yang kaya serat setiap hari direkomendasikan untuk menjaga kesehatan organ pencernaan. Serat jeruk juga membuat perut terasa lebih nyaman dan lega setelah BAB.

Menurunkan Risiko Kanker 

Jeruk kaya akan antioksidan seperti vitamin C, beta-karoten, flavonoid, dan limonoid. Antioksidan inilah yang berperan sebagai pelindung tubuh dari serangan sel-sel kanker. Antioksidan jeruk mampu menangkal radikal bebas penyebab mutasi dan pertumbuhan sel kanker. Menurut penelitian dari California University, antioksidan dalam buah jeruk juga memiliki efek antikanker kuat.

Salah satu manfaat antioksidan dalam jeruk terkait kemampuannya menurunkan risiko kanker usus besar atau kolon. Penelitian dari American Cancer Society menunjukkan, pria dan wanita yang mengonsumsi jeruk minimal 2-3 kali seminggu berisiko 12-27 persen lebih rendah terkena kanker usus besar. Diet tinggi antioksidan seperti dari jeruk, dinilai mampu menghambat pertumbuhan tumor yang mengarah pada kanker usus besar.

Karena itu asupan jeruk secara rutin direkomendasikan sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker, khususnya jenis kanker usus besar. Jeruk tinggi antioksidan yang ampuh melindungi tubuh dari serangan sel-sel kanker berbahaya.

Mendukung Penurunan Berat Badan 

Jeruk memiliki indeks glikemik yang rendah, artinya jeruk tidak menaikkan gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Jeruk juga sangat rendah kalori, hanya sekitar 45 kalori per 100 gram buah. Di samping itu, jeruk kaya serat, yaitu sekitar 2 gram per 100 gram. Dengan kandungan tersebut, jeruk sangat baik untuk program diet penurunan berat badan.

Kandungan serat dan air dalam jeruk bisa memberikan efek kenyang lebih lama. Serat dan air akan membentuk gel di lambung, memperlambat pencernaan dan penyerapan gizi jeruk. Akibatnya, perut akan terasa kenyang lebih lama setelah makan jeruk. Hal ini sangat mendukung program diet penurunan berat badan.

Hasil penelitian dari Institute of Medicine of the National Academies Amerika Serikat menemukan, mengonsumsi jeruk atau buah-buahan sebagai camilan bisa membantu penurunan berat badan hingga 1,8 kg dalam 18 minggu. Oleh karena itu, camilan jeruk baik dikonsumsi untuk mendukung penurunan berat badan yang sehat.

Menjaga Kesehatan Mata 

Jeruk mengandung vitamin A cukup tinggi, yaitu sekitar 150 μg per 100 gram buah. Vitamin A sangat penting untuk kesehatan mata, terutama untuk mempertahankan penglihatan yang baik. Menurut penelitian dari Institute of Ophthalmology, vitamin A diperlukan untuk proses pembentukan pigmen warna dalam retina mata. Pigmen inilah yang memungkinkan mata untuk menangkap cahaya secara optimal. Oleh karena itu, asupan vitamin A melalui jeruk dapat meningkatkan kemampuan mata dalam menerima rangsangan cahaya.

Selain itu, antioksidan dalam jeruk juga bermanfaat mencegah penyakit mata degeneratif akibat penuaan seperti katarak dan degenerasi makula. Menurut penelitian dari National Eye Institute, antioksidan bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel dan jaringan mata. Dengan rutin mengonsumsi jeruk yang tinggi antioksidan, risiko terkena penyakit mata terkait usia bisa ditekan hingga 17-28%.

Menjaga Kesehatan Tulang 

Jeruk mengandung beberapa mineral yang sangat penting untuk kesehatan tulang, seperti kalsium, kalium, magnesium, fosfor, dan zat besi. Menurut International Osteoporosis Foundation, mineral tersebut berperan dalam hal pembentukan massa tulang serta menjaga kekuatan dan kepadatannya. Dengan kata lain, kandungan mineral dalam jeruk bisa mendukung pertumbuhan tulang yang optimal serta mencegah tulang menjadi keropos atau rapuh.

Salah satu manfaat mineral dalam jeruk adalah untuk mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Mengonsumsi jeruk yang mengandung kalsium, kalium, dan magnesium secara rutin terbukti mampu meningkatkan kepadatan tulang sekaligus menurunkan laju hilangnya massa tulang. Menurut penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, jeruk bisa menurunkan risiko osteoporosis hingga 30-40% terutama pada wanita pascamenopause.

Oleh karena itu, jeruk sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tulang serta mencegah tulang menjadi rapuh dan keropos seiring pertambahan usia.

Baik Untuk Ibu Hamil

Jeruk sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena mengandung berbagai kandungan yang penting bagi ibu dan janin. Jeruk mengandung asam folat, vitamin C, dan air dalam jumlah melimpah.

Asam folat dalam jeruk bermanfaat mencegah resiko cacat tabung saraf pada bayi. Menurut penelitian di Public Health Nutrition Journal, konsumsi asam folat hingga 600 mcg sehari mampu menurunkan kemungkinan terjadinya cacat neural tube defect seperti spina bifida sampai 72%.

Kandungan vitamin C yang tinggi juga vital bagi ibu hamil. Vitamin C membantu penyerapan zat besi untuk produksi sel darah merah ibu dan janin. American Journal of Clinical Nutrition melaporkan kekurangan vitamin C dapat menghambat penyerapan zat besi hingga 30%.

Air dalam jeruk juga bermanfaat mencegah dehidrasi yang berisiko gangguan pada plasenta dan kelahiran prematur. Penelitian di American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan ibu hamil dehidrasi berpeluang lebih tinggi alami kontraksi prematur dan melahirkan lebih awal.

Jadi jeruk dengan kandungan asam folat, vitamin C dan air melimpah sangat baik dikonsumsi ibu hamil berdasarkan hasil riset ilmiah tentang manfaat ketiga unsur tersebut bagi ibu dan janin. Jeruk bantu optimalisasi kesehatan ibu hamil dan perkembangan bayi.

Menjaga Kesehatan Rambut Dan Kulit

Jeruk sangat baik untuk memelihara kesehatan rambut dan kulit karena mengandung vitamin C dan antioksidan yang berperan dalam pembentukan kolagen. Kolagen sendiri penting untuk mencegah penuaan dini kulit.

Menurut penelitian di Journal of Cosmetic Dermatology, suplementasi oral kolagen terbukti meningkatkan kadar kolagen pada kulit sebanyak 65% dalam 4 minggu. Kenaikan kolagen ini membuat kulit lebih kencang, elastis, dan terhidrasi.

Vitamin C dalam jeruk juga membantu produksi kolagen optimum untuk kulit dan rambut sehat. Kurangnya vitamin C berkaitan dengan keriput prematur dan rambut rontok. Hasil riset di Skin Pharmacology and Physiology menunjukkan asupan vitamin C juga mampu memperbaiki kesehatan rambut serta mencegah kebotakan.

Jadi jeruk dengan kandungan vitamin C dan antioksidannya sangat direkomendasikan untuk memelihara kesehatan rambut serta kulit. Jeruk membantu produksi kolagen yang penting bagi kulit dan rambut agar tetap sehat dan awet muda. Manfaat ini didukung oleh temuan riset ilmiah terkait peran vitamin C dan kolagen.

Kesimpulan

Berdasarkan paparan manfaat jeruk diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa mengonsumsi jeruk secara rutin dalam pola makan sehari-hari sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara maksimal. Dengan kandungan vitamin C, antioksidan, dan mineral-mineral penting, jeruk efektif sebagai penambah nutrisi serta memelihara vitalitas tubuh.

Dengan segala manfaatnya bagi kebugaran tubuh, saya mengajak pembaca mulai menjadikan jeruk sebagai bagian dari menu diet harian. Seperti yang diungkapkan Dr. Elizabeth Johnson ahli gizi dan peneliti dari Tufts University, "Mengkombinasikan jeruk ke dalam diet Anda dapat mencegah kekurangan gizi serta kerusakan akibat radikal bebas, kunci menuju tubuh yang sehat jangka panjang". Mari raih hidup lebih sehat dengan mengkonsumsi jeruk.