Bertani

4 Tanaman Yang Bisa di Budidaya Tanpa Olah Tanah

Pengolahan lahan pertanian pada umumnya melibatkan aktivitas seperti pembajakan, penggemburan tanah, pencampuran pupuk kandang, hingga perataan tanah yang kerap kali memakan biaya dan waktu cukup banyak.

37

Pengolahan lahan pertanian pada umumnya melibatkan aktivitas seperti pembajakan, penggemburan tanah, pencampuran pupuk kandang, hingga perataan tanah yang kerap kali memakan biaya dan waktu cukup banyak. Apalagi jika menggunakan alat berat, maka biaya sewanya pun tidak murah.

Akan tetapi, ternyata tidak semua jenis tanaman membutuhkan proses pengolahan tanah yang rumit tersebut. Ada sejumlah komoditas pertanian yang tetap mampu tumbuh dengan produktivitas dan kualitas hasil optimal meskipun hanya dibudidayakan di lahan seadanya tanpa ada perlakuan khusus atau olah tanah sebelumnya.

Beberapa contoh tanaman adaptif yang tetap menguntungkan dan berdaya hasil tinggi jika ditanam tanpa olah tanah antara lain jagung, singkong, pisang, dan pepaya California. Dengan menanam komoditas-komoditas tangguh ini yang toleran terhadap kondisi minimalis, petani tetap bisa mendapat keuntungan besar tanpa harus mengeluarkan modal tambahan untuk ongkos pengolahan lahan yang mahal.

Jadi intinya, tidak semua tanaman membutuhkan perlakuan olah tanah intensif agar bisa tumbuh subur dan produktif. Cukup dengan menanam jenis tanaman yang tepat dan adaptif, petani tetap berpeluang menjalankan usaha pertanian yang sangat menguntungkan tanpa olah tanah.

Tanpa perlu susah payah membajak dan menggemburkan lahan, begini cara membudidayakan 4 tanaman yang menjanjikan secara optimal hasilnya tanpa olah tanah:

1. Jagung

Beberapa tips kunci budidaya jagung tanpa olah tanah agar tetap berhasil optimal antara lain pertama, pastikan gulma atau rumput liar di lahan maksimal setinggi 8 cm saja. Kedua, lakukan penanaman jagung dengan jarak tanam 25 cm x 75 cm, dengan isi 2-3 biji per lubang. Dan ketiga, panen dapat dilakukan pada rentang usia 60-115 hari, dengan ekspektasi hasil panen rata-rata mencapai 4-5 ton biji jagung kering per hektar.

Dengan menerapkan cara tanam yang tepat tersebut di lahan tanpa olah tanah sekalipun, petani jagung tetap berpotensi mendapatkan hasil panen yang optimal. Tentu dengan syarat tetap dilakukan pemeliharaan yang baik terkait pemupukan dan penyiraman agar nutrisi dan kelembaban tanah terjaga.

Mengingat jagung termasuk tanaman yang cukup tangguh, sebenarnya masih banyak varietas jagung lain yang cocok dibudidayakan tanpa olah tanah secara menguntungkan, tidak hanya jenis jagung manis dan jagung biasa.

Beberapa contoh varietas unggulan jagung potensial lainnya yang dapat ditanam langsung tanpa olah tanah antara lain Jagung hibrida BISI-2, Pioneer, dan NK.22. Jagung jenis ini terbilang adaptif dan responsive terhadap pemupukan meski ditanam di lahan marginal.

Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan optimal jagung tanpa olah tanah, disarankan untuk menerapkan sistem tanam tumpang sari dengan kacang-kacangan seperti kedelai, kacang tanah, atau kacang hijau. Selain untuk menjaga kesuburan tanah, tanaman sela ini juga bermanfaat untuk menekan pertumbuhan gulma pengganggu.

Jadi pada intinya, beragam varietas jagung unggulan masih sangat feasible dan menjanjikan untuk dibudidayakan tanpa repot-repot melakukan olah tanah lahan terlebih dahulu. Cukup aplikasikan cara tanam yang tepat untuk mendulang hasil panen melimpah.

2. Singkong

Cara sukses membudidayakan singkong tanpa repot olah tanah terlebih dulu cukup sederhana. Pertama siapkan stek batang singkong sepanjang 30 cm dari ujung atas yang nantinya akan ditanam, kondisi batang masih segar dan banyak kandungannya cadangan makanan. Lalu, tanam potongan stek batang tersebut dengan jarak tanam 40 cm x 40 cm pada lahan kosong tanpa perlakuan apa pun.

Panen singkong tanpa olah tanah ini bisa dilakukan lebih awal, yaitu dengan memangkas atau memanen daun dan pucuknya saja pada rentang usia 36-50 hari setelah tanam. Daun dan pucuk singkong muda ini bisa dijual atau dikonsumsi sebagai sayuran bergizi tinggi penambah vitamin.

3. Pisang

Pisang termasuk buah yang paling sering dibudidayakan petani Indonesia mengingat permintaan pasarnya yang tinggi dan terus meningkat. Untungnya tanaman pisang tidak terlalu "manja" dan masih mampu tumbuh optimal meski hanya ditanam asal-asalan tanpa ada olah tanah atau persiapan lahan sebelumnya.

Beberapa tips sukses menanam pisang tanpa repot olah tanah yaitu pertama tentu harus ditanam di lokasi terbuka tanpa naungan dengan tingkat kelembaban tanah yang cukup. Kemudian gunakan limbah pelepah daun pisang untuk menyangga batang agar berdiri tegak dan sekaligus bisa menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Terakhir, buah pisang biasanya bisa dipanen dalam kurun waktu 6 sampai 12 bulan pascatanam, tergantung jenis dan varietasnya.

Dengan ketangguhan pisang yang tidak tergantung pada persiapan lahan yang intensif, metode budidaya tanpa olah tanah ini bisa menjadi solusi praktis nan hemat biaya bagi petani untuk tetap bisa menghasilkan panen melimpah.

4. Pepaya California

Pepaya California adalah salah satu varietas unggul pepaya yang paling banyak dibudidayakan petani Indonesia lantaran penampilan buahnya yang menarik dan rasa buahnya yang manis legit. Selain itu, tanaman pepaya termasuk cukup tangguh dan tidak terlalu banyak menuntut persyaratan tumbuh yang rumit.

Beberapa tips praktis membudidayakan pepaya California tanpa repot olah tanah yaitu cukup bersihkan areal lahan dari tumbuhan liar atau rumput, lalu buat lubang tanam berukuran 30x30 cm dengan jarak tanam 0,5 meter kali 2,5 meter antar tanaman. Setelah itu tanam bibit pepaya ke dalam lubang, beri sedikit pupuk kompos/kandang, lalu biarkan tumbuh. Pepaya tanpa olah tanah ini biasanya sudah bisa dipanen dalam kurun seminggu sekali dengan rata-rata hasil 1-3 buah per pohon.

Jadi, dengan minim input dan perawatan, petani masih sangat dimungkinkan menanam pepaya California yang tetap berbuah lebat melalui metode tanpa olah tanah yang praktis ini.