Bertani

7 Jenis Tanaman Sayuran Penghasil Uang Cepat dan Berpotensi Untung Besar

Peluang usaha di bidang pertanian khususnya tanaman sayuran sangat cerah dan menjanjikan saat ini.

43

Peluang usaha di bidang pertanian khususnya tanaman sayuran sangat cerah dan menjanjikan saat ini. Beberapa alasan yang mendasari hal tersebut antara lain permintaan sayuran yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi sayur untuk kesehatan. Selain itu, tanaman sayuran juga memberikan potensi keuntungan besar mengingat siklus tanamnya yang pendek sehingga modal bisa berputar dengan cepat.  

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, rata-rata konsumsi sayuran masyarakat Indonesia baru sekitar 60 kg per kapita per tahun, jauh di bawah standar FAO sebesar 73 kg per kapita per tahun. Artinya, pasar sayuran di dalam negeri masih sangat terbuka lebar. Apalagi dengan gencarnya program pemerintah dalam mempromosikan konsumsi sayuran, permintaan sayuran diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang.

Ada beberapa jenis tanaman sayuran yang dapat memberikan keuntungan besar bagi petani dan pelaku agribisnis karena masa panennya yang relatif singkat, yaitu antara 20 hingga 60 hari. Artinya, modal yang ditanam bisa berputar dengan cepat. Berikut adalah beberapa tanaman sayuran potensial tersebut.

1. Bayam

Tanaman bayam mudah dibudidayakan baik di lahan terbuka ataupun di dalam pot. Bayam dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah dengan pH 5,5 - 6,8. Suhu optimum bagi pertumbuhan bayam adalah 18 - 25 derajat Celcius. Bayam merupakan tanaman semusim yang berumur pendek, masa panennya hanya sekitar 20 hari setelah tanam. Dengan masa panen yang singkat ini, budidaya bayam sangat cocok bagi petani pemula maupun untuk program budidaya cepat menghasilkan.

Bayam juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh seperti Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, zat besi, kalsium, fosfor, dan protein. Kandungan gizinya yang lengkap menjadikan bayam sangat laku di pasaran.

Rata-rata produktivitas bayam mencapai 30 ton per hektar per musim tanam. Dengan harga jual di tingkat petani Rp 5.000 per kilogram, maka pendapatan kotor yang bisa diperoleh mencapai Rp 150 juta per hektar per musim. Biaya produksi budidaya bayam diperkirakan hanya sebesar 30% dari pendapatan kotor atau sekitar Rp 30 juta. 

Dengan demikian, petani bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 120 juta per hektar dalam satu musim tanam. Jumlah keuntungan tersebut cukup fantastis untuk ukuran tanaman semusim dengan modal terbatas.

2. Kangkung

Tanaman kangkung termasuk jenis sayuran yang paling mudah dibudidayakan. Kangkung mampu tumbuh hampir di semua jenis tanah dan tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus. Kangkung juga tanaman yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan sifatnya yang tangguh tersebut, kangkung cocok dibudidayakan baik di lahan, pot, maupun hidroponik.

Kangkung termasuk tanaman semusim yang berumur pendek. Masa panennya hanya sekitar 21-30 hari setelah tanam tergantung varietas. Kangkung sudah bisa dipanen dengan cara memetik daunnya. Rata-rata produktivitas kangkung mencapai 15 ton per hektar per musim tanam. Dengan harga jual di tingkat petani sekitar Rp6.000 per kilogram, maka total pendapatan kotor dari satu hektar lahan kangkung bisa mencapai Rp90 juta per musim. Setelah dikurangi biaya produksi yang diperkirakan sekitar 20% atau Rp18 juta, petani masih bisa mengantongi keuntungan bersih hingga  Rp72 juta per hektar per musim tanam.

3. Lobak  

Lobak merupakan tanaman sayur akar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tanaman lobak termasuk jenis tanaman semusim dengan masa panen yang relatif singkat, yaitu 25-35 hari setelah tanam. Dengan masa panen yang cepat tersebut, budidaya lobak sangat sesuai untuk program tanam cepat menghasilkan bagi petani.

Rata-rata produktivitas lobak mencapai 25 ton per hektar per musim tanam. Dengan harga jual rata-rata Rp4.000 per kilogram, maka pendapatan kotor yang bisa dihasilkan dari lahan seluas satu hektar mencapai Rp100 juta per musim tanam. Jika biaya produksi diperkirakan berkisar Rp15-30 juta, maka petani masih bisa mengantongi keuntungan bersih yang cukup besar, yaitu sekitar Rp70-85 juta per hektar per musim. Selain menguntungkan, permintaan lobak di pasaran juga cukup tinggi mengingat kandungan nutrisi dan seratnya yang baik untuk kesehatan.

4. Sawi Hijau

Sawi hijau termasuk salah satu jenis sayuran daun yang paling populer di Indonesia. Selain rasanya yang enak, sawi hijau juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan fosfor.

Sama seperti jenis sayuran daun lainnya, sawi hijau juga tergolong tanaman semusim dengan masa panen singkat, yaitu sekitar 25 hari setelah tanam. Dengan masa panen pendek tersebut, budidaya sawi hijau sangat cocok dijadikan program tanam cepat menghasilkan bagi petani.

Rata-rata produktivitas sawi hijau mencapai 18 ton per hektar per musim tanam. Dengan harga jual rata-rata Rp5.500 per kilogram, total pendapatan kotor dari lahan seluas satu hektar bisa mencapai Rp100 juta per musim tanam. Jika biaya produksi diperkirakan sebesar 20% dari pendapatan kotor atau sekitar Rp20 juta, maka petani masih bisa meraup keuntungan bersih sebesar Rp80 juta per hektar per musim tanam.

5. Daun Bawang  

Daun bawang termasuk tanaman semusim dengan masa panen 30-40 hari. Artinya, dalam waktu satu bulan, tanaman daun bawang sudah bisa dipanen dan menghasilkan keuntungan. Rata-rata produktivitas mencapai 20 ton per hektar per musim tanam. Dengan harga jual rata-rata Rp6.000 per kilogram, maka pendapatan kotor dari lahan seluas satu hektar bisa mencapai Rp120 juta per musim.

Diperkirakan biaya produksi budidaya daun bawang sekitar 20% dari pendapatan kotor atau Rp24 juta. Dengan demikian, keuntungan bersih yang dapat diraup petani daun bawang mencapai sekitar Rp96 juta per hektar per musim tanam. Jumlah tersebut cukup fantastis untuk tanaman semusim dengan modal terbatas. Oleh karena itu, budidaya daun bawang sangat cocok dijadikan peluang usaha menjanjikan bagi petani.

6. Arugula

Arugula merupakan jenis sayuran daun yang cukup baru dikenal di Indonesia. Meskipun demikian, prospek pengembangan arugula cukup cerah karena permintaan pasar yang terus meningkat.

Arugula termasuk tanaman semusim dengan masa panen singkat, yaitu sekitar 30 hari setelah tanam. Selain cepat panen, arugula juga potensial memberikan keuntungan besar bagi petani. Hal ini disebabkan harga jual arugula yang relatif tinggi, yaitu Rp 8.000 - Rp 10.000 per kilogram di tingkat petani.

Dengan harga jual setinggi itu dan produktivitas rata-rata mencapai 20 ton per hektar per musim tanam, petani bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp 120 juta per hektar per musim. Angka tersebut fantastis untuk ukuran tanaman sayur semusim. Maka tak heran bila minat petani untuk membudidayakan arugula kian hari kian meningkat.

7. Kacang Hijau

Kacang hijau mengandung nutrisi tinggi berupa protein nabati, karbohidrat kompleks, lemak tak jenuh, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Kacang hijau termasuk tanaman semusim dengan masa panen sekitar 60 hari atau dua bulan. Meski agak lebih lama dari tanaman sayuran, kacang hijau tetap berpotensi memberikan keuntungan besar bagi petani. Produktivitas kacang hijau rata-rata mencapai 2 ton per hektar per musim tanam.

 Dengan harga jual saat ini Rp9.000 per kilogram, total pendapatan kotor dari lahan satu hektar bisa mencapai Rp180 juta per musim tanam. Jika biaya produksi diperkirakan 20% dari pendapatan kotor atau Rp36 juta, maka petani masih bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp144 juta per hektar per musim tanam.

Penutup

Tanaman sayuran tersebut di atas berpotensi tinggi untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat karena cepat panen. Semakin singkat waktu panen, semakin cepat pula modal berputar dan keuntungan diraup.

Dengan karakteristik masa panen pendek, tanaman-tanaman sayuran tersebut sangat cocok sebagai komoditas budidaya cepat menghasilkan. Selain itu, permintaan pasar akan sayuran yang cukup tinggi juga menjadi faktor pendorong menjanjikannya peluang usaha di bidang tanaman sayuran saat ini.

Bagi Anda yang tertarik menekuni usaha ini, lakukan persiapan lahan dan modal sebaik mungkin agar budidaya dapat berjalan optimal. Upayakan agar fasilitas irigasi dan pupuk mencukupi sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen tetap terjaga. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang matang, Anda bisa memanen keuntungan besar dalam waktu singkat melalui bisnis sayuran.