Bertani

Apa itu sistem Hidroponik DFT dan NFT ? Apa Saja Perbedaannya ?

Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah.

15

Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Sistem hidroponik memungkinkan tanaman tumbuh optimal dengan memberikan larutan nutrisi langsung ke akar tanaman. Ada berbagai teknik dan sistem yang bisa digunakan dalam hidroponik, termasuk DFT dan NFT.

Dibanding bercocok tanam secara konvensional di tanah, sistem hidroponik punya banyak keunggulan. Beberapa di antaranya yaitu lebih hemat lahan karena bisa diterapkan secara vertikal, resiko hama dan penyakit lebih kecil, serta kualitas dan kuantitas hasil panen yang lebih tinggi. Pemberian nutrisi dan kondisi lingkungan bisa dikontrol secara optimal sesuai kebutuhan tanaman.

Peran Teknologi DFT dan NFT dalam Hidroponik 

DFT (Deep Flow Technique) dan NFT (Nutrient Film Technique) adalah dua teknik hidroponik yang sering digunakan. DFT cocok untuk tanaman akar dalam dengan wadah dan larutan nutrisi yang lebih dalam. Sementara NFT mengalirkan lapisan tipis larutan nutrisi melewati akar tanaman menggunakan pipa atau saluran. Kombinasi kedua teknologi ini berperan penting dalam penerapan sistem hidroponik agar dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman.

Deep Flow Technique (DFT)

Konsep Dasar DFT 

Deep Flow Technique (DFT) adalah sistem hidroponik yang menggunakan wadah dengan ketinggian larutan nutrisi hingga 30 cm. Akar tanaman akan tumbuh dan terendam di dalam larutan nutrisi tersebut.

Komponen Utama DFT

  1. Wadah Tumbuh (Growing Tray) Wadah tumbuh dibuat dari plastik atau fiberglass dengan kedalaman 30 cm dan dialiri larutan nutrisi.
  2. Pompa dan Sistem Peredaran Nutrisi
    Pompa digunakan untuk memompa larutan nutrisi agar terus bersirkulasi dari reservoir ke growing tray secara kontinu.
  3. Media Penyangga Akar Media seperti kerikil atau batu apung digunakan untuk menyangga akar agar tidak tenggelam.

Keuntungan DFT 

Keuntungan utama dari teknik DFT adalah sangat cocok untuk diterapkan pada tanaman dengan sistem perakaran yang dalam, seperti tomat, cabai, terong, melon, dan semangka. Seluruh bagian akar akan terendam sempurna dalam larutan nutrisi sehingga mendapat asupan lengkap untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Resiko serangan hama pada sistem DFT juga sangat kecil. Kondisi air dan larutan nutrisi yang dalam di wadah hidroponik DFT menyulitkan akses serangga maupun hewan perusak lain mencapai akar tanaman. Selain itu DFT mengandalkan gaya gravitasi untuk mengalirkan larutan tanpa perlu pompa tambahan. Ini tentu menghemat energi dan memudahkan perawatan sistem.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, DFT dapat jadi solusi yang sangat baik dan efektif untuk budidaya hidroponik berbagai tanaman dengan perakaran yang cukup dalam. Hasil panennya pun dapat lebih maksimal dengan biaya operasional yang lebih ringan.

Contoh Penerapan DFT 

Teknik DFT sangat cocok diterapkan untuk menanam sayuran buah seperti tomat. Akar tomat yang tumbuh panjang terendam sempurna dalam larutan nutrisi sehingga mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil buah yang maksimal. Media seperti kerikil atau spons tanah bisa digunakan untuk menopang batang tomat agar tidak terendam.

Tanaman cabai dan terong yang juga berakar dalam sangat potensial dibudidayakan dengan sistem hidroponik DFT, dimana akarnya akan tumbuh optimal dalam perendaman nutrisi. Begitu juga dengan tanaman semangka dan melon yang bisa berbuah lebat dengan DFT. Media penopangnya seperti gabus atau batu apung dapat menahan beban buah dan batangnya.

Jadi teknik DFT berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas beragam tanaman sayuran maupun buah-buahan. Sistem perakarannya yang cocok dengan DFT menjadi kunci sukses penerapannya.

NFT (Nutrient Film Technique)

Prinsip Dasar NFT 

NFT adalah sistem hidroponik di mana akar tanaman diletakkan pada saluran atau pipa yang dialiri lapisan tipis larutan nutrisi. Akar selalu berinteraksi dengan nutrisi dan udara.

Komponen Utama NFT

  1. Wadah dan saluran air nutrisi Wadah dan saluran tempat mengalirnya larutan nutrisi yang dangkal. Biasanya terbuat dari bahan plastik PVC atau talang air.
  2. Pompa air Pompa digunakan untuk memompa dan mensirkulasikan aliran larutan nutrisi dari bak penampungan menuju ke saluran tempat akar tanaman.
  3. Bak penampung nutrisi Berfungsi untuk menampung cadangan larutan nutrisi yang akan diedarkan ke saluran NFT.
  4. Aerator Aerator berguna untuk menambah oksigen terlarut dalam larutan nutrisi agar akar tanaman tidak busuk.
  5. Substrat/media tanam Media seperti kerikil, arang, atau spons yang berfungsi sebagai penopang tanaman pada saluran NFT.
  6. Nutrisi hidroponik Berupa larutan AB Mix yang mengandung lengkap unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman.

Keunggulan NFT 

Salah satu keunggulan utama dari sistem NFT adalah efisiensi dan hematnya pemakaian nutrisi tanaman. Hal ini karena nutrisi dialirkan tipis melewati akar tanaman dan terus bersirkulasi dalam sistem tertutup. Lapisan nutrisi yang dangkal memudahkan akar menyerap secara optimal. Penggunaan cadangan nutrisi juga menjadi lebih efisien.

NFT juga sangat mudah untuk dimonitor kondisi dan kebutuhan nutrisinya. Petani bisa dengan cepat mengetahui apabila terjadi ketidakseimbangan unsur hara atau masalah lain pada larutan nutrisi. Interaksi akar dengan nutrisi dan udara yang kontinu memungkinkan deteksi dini jika terjadi perubahan.

Sistem NFT cocok diterapkan untuk tanaman dengan perakaran dangkal, seperti selada, pakcoy, stroberi, dan lainnya. Aliran nutrisi dangkal memungkinkan akar tanaman mendapat asupan hara dan oksigen secara merata. Hasilnya tanaman hidroponik dengan NFT sangat produktif dengan risiko gangguan hama yang rendah. Penerapannya telah terbukti berhasil meningkatkan kuantitas dan kualitas panen berbagai sayuran maupun buah-buahan.

Contoh Penerapan NFT

NFT sering digunakan untuk menanam stroberi, melon, pepaya, dan tanaman buah lain yang berakar dangkal. Hasil panen 15-25% lebih tinggi dibanding tanah.

Perbedaan antara sistem hidroponik DFT dan NFT 

  1. Efisiensi penggunaan nutrisi
    • NFT lebih hemat dan efisien nutrisi dibanding DFT
  2. Kebutuhan energi
    • NFT membutuhkan pompa untuk sirkulasi nutrisi, DFT mengandalkan gravitasi
  3. Fleksibilitas pengaturan lingkungan
    • NFT lebih fleksibel mengatur pH, EC, suhu nutrisi untuk berbagai tanaman
    • DFT kurang fleksibel karena wadah dan nutrisi gabungan
  4. Kedalaman nutrisi
    • NFT dangkal (2-5 mm), 
    • DFT dalam (30 cm)
  5. Resiko hama
    • NFT resiko hama lebih tinggi
    • DFT resiko hama lebih rendah
  6. Kesesuaian tanaman
    • NFT untuk tanaman berakar dangkal
    • DFT tanaman akar dalam