Pertanian

Bawang Putih: Obat Alami yang Ampuh untuk Berbagai Penyakit

Tahukah kamu ada yang bilang sudah makan bawang putih 2 butir per hari katanya bisa menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes dan lain-lain.

37

Tahukah kamu ada yang bilang sudah makan bawang putih 2 butir per hari katanya bisa menurunkan tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes dan lain-lain. Tapi satu bulan sudah makan kenapa tidak ada efeknya tekanan darah tinggi tidak turun, kolesterol tidak turun, gula darah juga tetap tinggi, apa itu semua bohong? Tenang, banyak sekali orang yang menganjurkan untuk mengonsumsi dua butir bawang putih per hari, katanya bisa meningkatkan kesehatan namun ternyata jika dikonsumsi dengan cara yang salah dan dosis yang salah bukannya mendapat efek kesehatan yang ada malah dapat efek sampingnya seperti: bau mulut, perut kembung, rasa tidak nyaman pada ulu hati bahkan bau badan karena terlalu banyak mengonsumsi bawang putih.

Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang manfaat bawang putih serta dosis penggunaannya yang sudah terbukti secara ilmiah dan bagaimana cara penggunaan bawang putih yang tepat.

Di Indonesia bawang putih sering digunakan sebagai bahan bumbu masakan, namun akhir-akhir ini bawang putih sebagai primadona untuk meningkatkan kesehatan tubuh ini disebabkan karena senyawa allicin antioksidan yang benar-benar bagus untuk meningkatkan kesehatan. Pada bawang putih mengandung tinggi gizi ada mangan, vitamin B6, vitamin C, selenium, serat, kalsium, kalium, fosfor, zat besi, dan vitamin B1. Lalu manfaat bawang putih yang sudah terbukti apa saja?

1. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh Terutama Influenza atau Pilek

Salah Satu studi yang dilakukan selama 12 minggu, menemukan ketika mengonsumsi suplemen bawang putih setiap hari bisa mengurangi risiko pilek sebesar 63% lama dari gejala flu juga berkurang sebanyak 70% dari 5 hari menjadi hanya satu setengah hari saja. Jadi kalau kita ada batuk pilek apalagi musim pancaroba begini boleh sekali mengonsumsi bawang putih untuk meningkatkan imunitas tubuh.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Mengonsumsi 600-1500 mg suplemen bawang putih itu sama efektifnya dengan obat atenolol dalam mengurangi tekanan darah selama 24 minggu. Jadi, jika kita terindikasi ada risiko tekanan darah tinggi bisa mencoba untuk mengonsumsi secara rutin 4 siung bawang putih per hari untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan tingkat kolesterol LDL untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

3. Membantu Menurunkan Kolesterol Jahat

Rutin mengonsumsi suplemen bawang putih sekitar 500 mg per hari bisa membantu menurunkan kolesterol LDL sekitar 10-15%, mencegah penyakit alzheimer dan demensia atau sering lupa.

4. Membantu Mencegah Pikun

Rutin mengonsumsi ekstrak bawang putih sekitar 500 mg sampai 1000 mg per hari bisa meningkatkan enzim antioksidan pada tubuh sehingga bisa mengurangi stres oksidatif dan menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Efek gabungan dari penurunan kolesterol, tekanan darah tinggi maupun antioksidan pada tubuh dapat mengurangi risiko penyakit otak seperti alzheimer dan demensia.

5. Membantu Meningkatkan Kesehatan Tulang

Satu studi pada wanita menopause menemukan bahwa dosis harian ekstrak bawang putih kering yaitu sebanyak dua gram bawang putih mentah secara signifikan dapat menurunkan tanda penurunan estrogen atau tanda-tanda menopause pada tubuh, penurunan defisiensi estrogen ini bisa mencegah munculnya osteoarthritis pada wanita.

6. Menurunkan Kadar Lemak

Hal ini dilakukan pada 160 pasien diabetes tipe 2 ketika rutin mengonsumsi 500 mg ekstrak bawang putih selama 3 bulan dapat membantu mengurangi gejala dislipidemia akibat dari penurunan serum trigliserida. Selain itu, pada 70 pasien dengan kolesterol tinggi rutin mengonsumsi 300 mg ekstrak bawang putih 2 kali sehari selama 12 minggu dapat membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL-nya.

7. Mencegah Kanker

Banyak sekali penelitian yang dilakukan pada pasien kanker seperti kanker payudara, kanker lambung, kanker esofagus, kanker pankreas, kanker kolorektal dan kanker usus besar ketika rutin mengonsumsi ekstrak bawang putih dengan dosis dari 200 mg sebanyak 2 kali sehari sampai ada dosis yang 400 mg 2 kali sehari ketika dilakukan pengamatan dalam durasi antara 6 bulan sampai 9 tahun lamanya itu bisa menurunkan risiko tingkat keparahan kanker bahkan dapat meningkatkan antioksidan pada tubuh sehingga dapat memerangi penyakit kanker dengan baik walaupun sampai saat ini belum ditemukan mekanisme aksinya, kenapa bawang putih ini bisa sangat bagus untuk penderita kanker.

8. Mengatasi Penyakit Jantung

Studi yang telah banyak dilakukan penggunaan bawang putih bagi pasien jantung dari dosis 400 mg sampai 1200 mg 2 kali sehari dalam jangka waktu 3 bulan sampai 12 bulan, dapat membantu untuk mengurangi risiko keparahan penyakit jantung dari penyumbatan arteri jantung, memperbaiki biomarker endotel jantung, menurunkan progresivitas penyakit jantung bahkan dapat mengurangi risiko penyumbatan platelet pada area jantung.

9. Mengatasi Diabetes

Dari 20 pasien diabetes yang mengonsumsi 3,6 mg bawang putih per hari sekitar 3 sampai 4 siung bawang putih selama 30 hari bisa menurunkan gula darah tinggi dan gula darah puasa. Jadi, jika kita terindikasi ada risiko gula darah tinggi bisa mulai mencoba untuk mengonsumsi ekstrak bawang putih namun dalam catatan jika kalian ada penyakit khusus bahkan penyakit kronis yang tahapnya sudah tinggi maka lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi bawang putih sebagai terapi tambahan.

Cara Mengonsumsi Bawang Putih yang Baik dan Benar

Saya sudah tiap hari makan bawang putih ditambah ke semua masakan sampai mulut bau busuk tapi kenapa tetap saja tidak ada efeknya? Bisa jadi kita salah cara konsumsi bawang putihnya, bawang putih menjadi super food akibat dari kandungan allicin sayangnya pada bawang putih mentah tidak ditemukan allicin sama sekali. Terus bagaimana cara mendapatkan allicin dari bawang putih? Allicin dari bawang putih akan keluar jika bawang putih mengalami kerusakan jaringan, sebenarnya allicin ini akan diproduksi sebagai bentuk pertahanan tubuh dari bawang putih ketika diserang hama ataupun hewan pengerat lain kalau dia digigit oleh tikus atau belalang jadi allicin baru keluar ketika bawang putih mengalami kerusakan jaringan.

Jadi jika kita mengonsumsi bawang putih secara utuh terus ditelan atau dikunyah maka allicin yang didapatkan tentu tidak optimal. Cara yang terbaik adalah dengan menghancurkan bawang putih sampai remuk lalu tunggu 10 sampai 15 menit hingga allicin dari bawang putih keluar dengan maksimal. Jadi, benar-benar dikeprek agar allicin dari bawang putih keluar dengan optimal lalu tunggu 10 sampai 15 menit baru dikonsumsi.

Sayangnya allicin akan berkurang hingga 90% jika dipanaskan seperti digoreng, ditumis, dimasukkan ke microwave ataupun dibekukan, yang paling bagus adalah mengonsumsi bawang putih hancur secara mentah, tapi kan rasanya tidak enak dan ada sensasi terbakar dimulut bagaimana? Ini bisa diakali dengan cara mengonsumsi langsung ekstrak bawang putih atau memasukkannya ke dalam kapsul baru ditelan selain itu bisa dicampur dengan madu ataupun ditaruh di atas roti untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat mengonsumsinya. Ketika rutin mengonsumsi bawang putih dengan cara seperti itu maka bisa mendapatkan efek allicin untuk kesehatan dengan optimal dan ingat bawang putih ini tidak untuk digunakan secara berlebihan dan tanpa tempatnya.