Bertani

Cara Mudah Menanam Nanas Madu Untuk Hasil yang Optimal

Nanas madu belakangan menjadi buah eksotis kegemaran masyarakat Indonesia.

22

Nanas madu belakangan menjadi buah eksotis kegemaran masyarakat Indonesia. Rasanya yang lebih manis dari nanas biasa, tekstur buahnya yang renyah, serta aromanya yang khas membuat nanas madu digandrungi banyak orang. Tak heran makin banyak petani lokal yang membudidayakan komoditas ini.

Seiring tingginya permintaan pasar, budidaya nanas madu ternyata juga cukup mudah untuk dilakukan. Dengan sedikit kiat dan perawatan yang tepat, petani bisa mendapatkan hasil panen nanas madu berkualitas prima dalam jumlah melimpah. Menjanjikan sekali, bukan?

Penasaran bagaimana memulai usaha budidaya nanas madu? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini, mulai dari persyaratan tumbuh, cara menanam, perawatan, hingga kiat panen nanas madu. 

mari kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Syarat Tumbuh Nanas Madu

Nanas madu pertama kali banyak dibudidayakan di Indonesia tepatnya di Subang, Jawa Barat. Buah eksotis ini kemudian banyak diolah menjadi makanan seperti selai, manisan, keripik, kolak, bahkan hidangan rujak khas Subang.

Nanas madu sangat digemari karena cita rasanya yang manis dan aroma harumnya yang khas, serta tekstur buahnya yang renyah berserat. Kandungan vitamin C, serat, mineral, antioksidan, enzim, dan senyawa bioaktif pada nanas madu baik untuk kesehatan tubuh.

Meski berasal dari Brasil dan Paraguay, ternyata nanas madu juga cocok dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia dengan ketinggian tempat 100-700 mdpl. Suhu optimal untuk pertumbuhannya antara 23-32 derajat Celcius dengan curah hujan 1000-1500 mm per tahun.

pH tanah yang cocok untuk budidaya nanas madu berkisar 4,5-6,5. Tentu kualitas dan produktivitas buah juga bergantung pada kualitas bibit tanaman yang digunakan. Memilih bibit nanas unggul sangat penting agar budidaya berhasil dan berproduksi maksimal.

Cara Menanam Nanas Madu

Cara pertama mendapatkan bibit nanas madu adalah secara vegetatif, yaitu mengambil tunas akar tanaman nanas madu berumur minimal 12 bulan. Usahakan pilih tunas yang berasal dari pohon induk unggul yang produktivitas dan kualitas buahnya prima. Pastikan tunas yang diambil dalam kondisi sehat, daunnya rimbun tebal, serta bebas dari serangan hama dan penyakit.

Setelah mendapatkan bibit tunas nanas madu unggul, selanjutnya bisa dilakukan penanaman. Penanaman dapat dilakukan di lahan terbuka atau menggunakan pot tanaman. Jika di lahan, pastikan kondisi tanah gembur, subur, bebas dari gulma, dan mendapat sinar matahari penuh. Atur jarak tanam 40x60 cm dan jarak antar bedengan 50 cm.

Sedangkan jika ditanam pot/polybag, gunakan ukuran diameter pot 50-65 cm, isi media tanam campuran tanah subur + arang sekam + kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Jaga kondisi media agar cukup lembab dan drainase lancar. Dengan penanaman yang tepat, budidaya nanas madu berpotensi berbuah lebat dan berkualitas manis. 

Perawatan

Perawatan rutin yang tepat diperlukan agar tanaman nanas madu dapat tumbuh subur dan berproduksi optimal. Beberapa teknik perawatan utama meliputi:

1. Penyiraman  
Lakukan penyiraman 1-2 hari sekali dengan takaran air secukupnya hingga meresap ke lapisan tanah. Jaga agar media tanam senantiasa cukup kelembabannya tapi hindari terjadi genangan air. Kontrol kelembaban media secara berkala.

2. Penyiangan  
Bersihkan area sekitar tanaman dari gulma, rumput liar, ataupun tumbuhan pengganggu lainnya. Gunakan sabit atau cangkul, hindari penggunaan herbisida kimia. Penyiangan penting agar tanaman tidak kekurangan unsur hara dan air.

3. Pemupukan
Berikan pupuk tambahan organik berupa kompos atau pupuk kandang setiap 1-3 bulan sekali. Aplikasikan secara merata di area perakaran dengan takaran 1-2 liter per tanaman. Pupuk organik akan memperbaiki sifat tanah dan memberi asupan nutrisi.

Pastikan lakukan ketiga teknik perawatan di atas secara rutin agar pertumbuhan nanas madu tetap prima hingga panen tiba. Konsistensi merawat akan berbuah manis!

Panen

Nanas madu memiliki masa panen antara 12-24 bulan sejak penanaman bibit, tergantung pemeliharaan dan kondisi lahan. Biasanya ketika musim kemarau, proses pemasakan buah lebih cepat. Saatnya dipanen jika nanas madu sudah matang secara fisiologis dengan ciri khas sebagai berikut:

- Mahkota buah terbuka lebar, kelopak berwarna kuning kemerahan 
- Tangkai buah menjadi pendek dan mengerut
- Pangkal buah berwarna kuning muda kekuningan
- Aroma buah harum, manis dan segar tercium kuat
- Bobot buah cukup berat dengan berat rata-rata 1,5 Kg per buah

Cara memanen buah nanas madu yang baik adalah dipetik atau dipotong pada pangkal tangkainya menggunakan pisau tajam dan bersih yang sudah disterilkan. Gunakan sarung tangan agar tidak tergores durinya.

Buah nanas madu hasil panen segera dikumpulkan dalam wadah untuk seleksi kualitas, sortasi, dan pengemasan. Simpan di tempat teduh untuk didistribusikan ke pasar atau diolah lebih lanjut. 

Penutup

Demikianlah cara budidaya nanas madu secara lengkap, mulai dari persiapan lahan, penyediaan bibit, teknik penanaman, perawatan rutin, hingga pemanenan buah. Nanas madu cukup mudah dibudidayakan asalkan dilakukan dengan telaten mengikuti standar yang diperlukan.

Hasilnya tentu sangat sepadan, Anda akan mendapatkan panen nanas madu berkualitas tinggi yang manis dan wangi aromanya. Buah segar maupun olahannya pasti laku keras di pasaran mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap nanas madu.

Budidaya nanas madu selain menguntungkan, juga memberikan peluang bisnis besar. Apalagi jika sudah go internasional seperti ekspor. Tertarik untuk menanam nanas madu setelah membaca artikel ini?