Ini Dia Rahasia Untuk Mengembalikan Kesuburan Lahan Ala Jepang

Diterbitkan 15 Apr 00119

Seperti yang kita ketahui teman-teman bahwa negara Jepang merupakan negara yang memiliki kemajuan yang luar biasa bahkan dalam bidang pertanian pun negara Jepang mempunyai kemajuan yang luar biasa, tak heran jika buah-buahan dan sayuran yang lezat diproduksi dengan sangat baik.

Dengan kemajuan yang dimiliki negara jepang tersebut kemudian timbul rasa penasaran kita mengapa sih negara bisa menjadi negara maju dalam bidang pertanian, apa sih sebenarnya rahasianya ? untuk itu mari kita simak rahasia dari negara jepang sehingga maju dalam bidang pertanian.

Meskipun negara Jepang adalah negara yang memiliki suhu dingin hingga lima derajat celcius tetapi banyak sekali tanaman yang bisa tumbuh di negara tersebut, seperti selada keriting hijau dan sawi putih bahkan daun bawang, akan tetapi dinegara jepang agar hasil tanaman nya bagus terkadang mereka menciptakan rekayasa lingkungan. 

Untuk mendapatkan tanaman yang baik tentunya sangat membutuhkan tanah yang berkualitas dan di negara Jepang tanah nya terkenal sangat subur dan gembur sekali dikarenakan tanah dinegara tersebut 70 persennya berasal dari tanah vulkanik, seperti yang kita ketahui bahwa negara Jepang merupakan mayoritas pegunungan. 

Selain itu negara Jepang juga pastinya didukung oleh teknologi yang mumpuni sehingga berdampak dengan kualitas tanahnya. Disana membajak tanah dilakukan berulang kali bukan hanya sekali saja bisa sampai 5 kali pengulangan sampai tanahnya benar-benar gembur dan segala macam jamur patogen nya bisa terbunuh. 

Di negara Jepang juga masih menggunakan pupuk kimia sintesis yang jumlahnya banyak, pada saat awal biasanya digunakan kapur secara rutin setiap ingin melakukan penanaman ditambah dengan phospor. Pengaplikasian kapur dan phospor dilakukan bersamaan dengan catatan disaat kondisi hujan sedang rendah dan dilakukan pada saat rotari pertama setelah itu dilakukan pemupukan kapur dengan phospornya. Setelah dilakukan pengapuran dan pemberian phospor nya kemudian diratakan dan dirotari lagi tahap kedua dan setelah itu didiamkan selama 5 hari. 

Setelah 5 hari kemudian tanah dirotari kembali agar gembur apabila selama didiamkan tanah tersebut ditimpa hujan barulah diberi pupuk npk dan diberi bedengan. Ternyata banyak sekali lho teman-teman tanaman yang tumbuh di Indonesia dan di tanam juga di negara Jepang. Pada musim dingin disana mayoritas menanam sayur-sayuran seperti selada yang kita bahas di awal, kemudian ada juga sayur pakcoy, daun bawang dan juga horenso. 

Kemudian pada saat musim semi yang biasa ditanam disana adalah jagung, terong, tomat bahkan juga cabai. Untuk penanaman nya agak berbeda dengan yang ada di negara kita, bedanya adalah lebih terjadwal penanamannya dikarenakan musim disana ada empat musim, jadi harus terjadwal penanamannya berdasarkan musimnya. 

Untuk hama dan penyakit sangat minim di negara Jepang dikarenakan terdiri dari empat musim tadi, hama yang paling banyak menyerang biasanya kutu apiks dan cara pengendaliannya tetap menggunakan bahan sintetis. Di Negara jepang bukan berarti pupuk organik tidak digunakan ya teman-teman, disana ada kalanya menggunakan pupuk organik seperti pada tanaman cabai dan pupuk organiknya adalah pupuk yang telah di proses dalam artian adalah pupuk organik kemasan.

Pemberian pupuk organik disana juga tidak memakai terlalu banyak, dalam satu bedeng anggap saja panjangnya 40 meter dan pupuk kandangnya hanya diberi 3 kg saja mungkin karena mereka menggunakan pupuk kemasan jadi khasiat pupuk tersebut sudah berbeda dengan pupuk organik yang masih mentah yang kita buat sendiri.

Biasanya pemberian pupuk yang berbahan kotoran ayam bisa saja beresiko untuk kesehatan tanaman jika dibuat secara mentah dalam arti diolah sendiri karena bisa memancing pertumbuhan jamur apalagi jika curah hujan yang tinggi bisa mendorong pertumbuhan jamur lebih meningkat lagi. Karena itulah masyarakat Jepang lebih memilih pupuk organik kemasan karena telah siolah secara matang di pabrik.

Perawatan tanaman di negara Jepang bisa dibilang sangat minim sekali, jika untuk tanaman cabai hanya di rawat dengan memasang pancang dan memberi karbit pada drainase agar penguapan airnya tidak tinggi dikarenakan disana untuk penanaman biasanya dimusim semi dan pemanenan pada saat musim panas. Kemudian pada tanaman cabai biasanya disana diberi tali agar ketika diterjang angin tanaman tidak roboh.

Pemangkasan daun yang sudah tua juga di lakukan di negara jepang sama halnya dengan yang kita lakukan di negara kita, agar pada saat penyemprotan bisa terjangkau sampai kebagian bawah tanaman. 

Model penanaman di negara Jepang menggunakan sistem rotasi atau perputaran, contohnya jika dibulan ini ditanami tanaman A dan B berarti untuk ditahun depan tanaman A dan B ini tidak boleh ditanam kembali, tanaman bisa ditanam kembali setelah 3 atau 4 tahun ke depan. Misalnya di tahun ini ditanam tanaman cabai, tahun depan dimusim semi ditanam tanaman kubis dan sawi, kemudian pada tahun ketiga ditanam tanaman jagung, jadi penanaman nya dengan sistem rolling atau perputaran. 

Berbeda dengan dinegara kita jika disuatu daerah cabai paling laris maka petani pun setiap bulannya terus-terusan menanam cabe tanpa melakukan rolling, nah hal ini bisa jadi menyebabkan berkembangnya hama dan penyakit yang ada di indonesia dikarenakan tidak ada rotasi yang terjadwal untuk menanam tanaman. Apalagi Indonesia hanya memiliki dua musim saja yaitu musim hujan dan musim kemarau jadi hama dan penyakit sulit terputus. Sementara di Jepang selain iklim nya empat musim kemudian sistem penanamannya pun di rolling tak heran jika di negara Jepang sangat minim sekali hama dan penyakit tanaman. 

Untuk teman-teman bisa nih belajar dari sistem tanam rolling seperti di negara Jepang, manfaat rolling tanaman ini selain bisa memutus siklus hama dan penyakit juga bisa menjaga harga pasar supaya seimbang. Seperti yang kita tahu di Indonesia sering sekali terjadi hasil panen yang dihargai murah, itu karena dalam sekali panen kita hanya fokus pada satu jenis tanaman. Misalnya bulan ini bagus sekali di tanam timun, kemudian kita dan teman-teman yang berada di daerah lain pun menanam timun juga akhirnya ketika panen dan dipasarkan timun menjadi murah dikarenakan dimana-mana gampang ditemui. 

Berbeda dengan di negara Jepang, tiap petani sudah mempunyai andalan tanamannya masing-masing. Misalnya seorang petani tanaman andalannya adalah selada merah, selada hijau, kubis, cabai dan jagung, sudah cukup itu saja dan petani itu tidak akan menanam tanaman lain karena di Jepang sistem petaninya sudah terikat dengan koperasi dan sudah menetukan jenis tanamannya. Dalam artian pasar dan petaninya sudah sepakat dan cocok untuk menanam tanaman yang telah di tentukan dan mereka akan konsisten untuk menanam tanaman tersebut disetiap waktunya masing-masing dan para petani tidak akan tergiur akan menanam tanaman lain yang harganya jauh lebih tinggi.

Nah itu dia ya teman-teman rahasia dari petani Jepang dalam bertani, mungkin teman-teman termotivasi untuk mengikuti caranya dan siapa tahu bakal menjadi lahan pertanian semaju di negara Jepang. Sampai sini dulu artikel kita hari ini, semoga bermanfaat. 

0

Share on

Buletin.

Jangan lewatkan artikel apa pun, berlangganan buletin dan Anda akan diberi tahu saat artikel baru diterbitkan