Bertani

Tips dan Trik Teknik Pembibitan Tanaman Modern Menggunakan Tray

Ketersediaan bibit unggul berkualitas tinggi menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan dan produktivitas usaha budidaya tanaman.

29

Ketersediaan bibit unggul berkualitas tinggi menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan dan produktivitas usaha budidaya tanaman. Bibit unggul yang tumbuh dari biji tanaman terbaik dengan genetika dan sifat agronomi yang superior, akan menghasilkan produk pertanian dengan kuantitas dan kualitas terbaik pula. Oleh karena itu, menyediakan bibit unggul dalam jumlah memadai sesuai kebutuhan melalui teknik pembibitan yang tepat merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan hasil panen serta keuntungan petani.

Di era pertanian modern saat ini, salah satu solusi cerdas untuk memproduksi bibit tanaman unggul dalam skala besar adalah melalui penerapan teknik pembibitan menggunakan tray atau bak persemaian. Tray persemaian merupakan wadah berupa kotak plastik dangkal berlubang-lubang yang dirancang khusus untuk keperluan pembibitan. Teknik ini sangat membantu petani dalam menghasilkan bibit tanaman berkualitas tinggi secara seragam dan efisien.

Keuntungan Penggunaan Tray Persemaian

Salah satu keunggulan utama pembibitan tanaman dengan sistem tray adalah memungkinkan produksi bibit dalam jumlah banyak dan seragam. Tray terbuat dari bahan plastik kuat dan ringan, dengan ratusan lubang yang memfasilitasi penyemaian benih dalam skala besar. Dengan tutup peluang kegagalan, persentase perkecambahan benih yang dicapai akan sangat tinggi. Selain itu, proses persemaian yang terstandarisasi juga menghasilkan bibit tanaman dengan tinggi, umur, dan ukuran akar yang seragam. Hal ini akan sangat menguntungkan ketika kemudian dilakukan penanaman di lahan.

Aspek perawatan bibit juga jauh lebih mudah dan efektif jika menggunakan sistem tray. Petani bisa dengan praktis melakukan kegiatan penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman secara merata ke seluruh bibit. Resiko terjadinya serangan penyakit maupun kematian bibit pun dapat ditekan.

Sementara itu, dari sisi efisiensi tray merupakan pilihan solutif karena mampu meminimalkan pemakaian media tanam hingga 40-70% dibandingkan dengan sistem pembibitan langsung di bedengan atau polybag. Campuran media tanam hanya dibuat secukupnya sesuai ukuran lubang pada tray, sehingga bisa sangat menghemat biaya operasional pembibitan.

Persiapan Media Tanam

Langkah penting pertama dalam proses pembibitan tanaman dengan tray adalah persiapan media tanam yang akan digunakan. Terdapat 3 bahan utama yang biasa dicampur untuk membuat media, yaitu tanah (topsoil subur), kompos, dan sekam padi. Masing-masing bahan memiliki fungsi khusus, tanah sebagai bahan pemberi unsur hara, kompos untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah, serta sekam padi yang berperan sebagai bahan pembentuk struktur remah dan porus.

Campuran ketiga bahan tersebut dibuat dengan perbandingan tertentu agar diperoleh media tumbuh berkualitas tinggi. Rekomendasi terbaik adalah dengan perbandingan 2 bagian tanah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian sekam padi. Campurkan ketiga bahan secara merata, hingga dihasilkan adonan media tanam yang gembur dengan kandungan bahan organik yang ideal.

Langkah selanjutnya adalah proses pengisian tray dengan media tanam. Isi penuh semua lubang pada tray dengan mencampurkan sedikit demi sedikit adonan media tanam sambil ditekan-tekan dengan pelan agar padat merata di seluruh permukaan. Pastikan tidak ada bagian yang longgar atau berongga dalam tiap lubang sehingga akar bibit dapat tumbuh optimal nantinya.

Teknik Penyemaian Benih

Faktor penting lainnya dalam proses pembibitan tanaman dengan tray adalah teknik penyemaian benih yang tepat. Pertama, pilihlah benih bersertifikat dengan label dan kemasan resmi dari perusahaan produsen benih. Hal ini menjamin benih berasal dari varietas unggul, bebas hama penyakit, serta memiliki daya kecambah tinggi.

Sebelum penanaman, rendam terlebih dahulu benih dalam air bersih selama 8 jam. Perendaman bertujuan melunakkan kulit benih sehingga proses perkecambahan lebih cepat. Setelah direndam, tiriskan benih dan biarkan hingga kering udara sebelum disemai.

Cara penyemaian dilakukan dengan menuang benih ke telapak tangan terlebih dahulu agar mudah diambil satu per satu menggunakan pinset. Letakkan 1-2 biji benih per lubang pada tray. Benih lalu ditimbun tipis dengan media tanam hingga seluruh bagian benih tertutup sempurna. Jaga jarak tanam yang rapi agar pertumbuhan tunas seragam.

Pemeliharaan Bibit

Setelah proses penyemaian benih, tahap selanjutnya dalam pembibitan tanaman tray adalah pemeliharaan bibit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Pertama, tempatkan tray persemaian di area terlindung dari sinar matahari langsung dengan sirkulasi udara yang baik. Hal ini menciptakan lingkungan tumbuh optimal bagi pertumbuhan bibit.

Kedua, lakukan penyiraman secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore) atau menyesuaikan kondisi media tanam. Jaga kelembaban media tanam pada tray agar tidak terlalu lembab atau kering. Hindari penggenangan air yang dapat memicu busuk akar.

Ketiga, melakukan penyulaman dan pemangkasan tunas lemah untuk mendapatkan pertumbuhan bibit yang seragam kuat. Biarkan 1 tunas terbaik tumbuh pada setiap lubang tray.

Keempat, lakukan pemupukan dengan pupuk cair setiap 2 minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan optimal bibit muda. Gunakan takaran sesuai anjuran pada kemasan.

Kelima, lakukan pengendalian hama penyakit tanaman (OPT) dengan penyemprotan pestisida nabati atau hayati secara rutin. Hal ini mencegah serangan OPT yang dapat merusak atau bahkan membunuh bibit.

Kesiapan Pemindahan Bibit

Agar dapat tumbuh optimal di lahan, bibit pada tray perlu memiliki kesiapan untuk dipindahkan dari persemaian. Beberapa indikator utama kesiapan pemindahan bibit antara lain:

Pertama, bibit telah berumur 4-6 minggu dengan tinggi tunas mencapai 15 cm atau lebih. Kondisi ini menunjukkan akar telah berkembang kuat dan tunas mampu tumbuh tegak menopang daun.

Kedua, dalam mencabut bibit tray, poles lubang sekeliling dengan pinset atau sumpit kayu. Lepaskan bibit beserta gumpalan media tanam di sekitar akar secara perlahan agar tidak rusak. Bersihkan sisa media tanam yang menempel pada akar.

Ketiga, bibit hasil pencabutan segera siap ditanam di lapangan atau polybag. Atur jarak tanam yang baik agar pertumbuhan maksimal. Jika tidak langsung ditanam, simpan bibit di tempat teduh terhindar dari terik matahari langsung.

Itulah indikator bahwa bibit pada tray persemaian telah siap untuk proses pemindahan atau penanaman. Terapkan teknik pencabutan dan penanganan pasca pencabutan dengan benar agar bibit tetap terjaga kualitasnya.

Penutup

Kesimpulannya, teknik pembibitan tanaman modern dengan pemanfaatan tray atau bak persemaian memberikan banyak keuntungan bagi petani. Di antaranya adalah produksi bibit dalam jumlah besar dan seragam, memudahkan perawatan, menghemat penggunaan media tanam, hingga meningkatkan efisiensi operasional pembibitan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, disarankan bagi petani untuk menerapkan sistem pembibitan menggunakan tray persemaian dibandingkan cara-cara konvensional lama. Gunakan tray berkualitas baik dengan ukuran lubang dan volume media tanam sesuai standar untuk mendukung pertumbuhan bibit yang optimal. Dengan demikian, hasil panen dan pendapatan dari kegiatan budidaya tanaman juga dapat dimaksimalkan.

FAQ (Frequently Asked Questions) 

Bagaimana cara memilih tray persemaian yang berkualitas baik?

Jawab: 
Pilihlah tray dengan bahan polypropylene tahan lama, permukaan rata & halus, lubang berukuran seragam, serta kuat & tidak mudah patah saat diangkat. Pastikan tray memiliki sertifikasi produk. Ukuran tray juga harus sesuai kebutuhan skala pembibitan.

Apa kelebihan utama pembibitan menggunakan tray dibanding langsung di bedengan?

Jawab:  
Tray menghasilkan bibit lebih seragam dalam jumlah banyak, perawatannya lebih mudah, dan efisien karena menghemat pemakaian media tanam hingga 70%. Tray juga menciptakan kondisi steril bagi bibit.

Berapa lama waktu ideal merendam benih dalam air sebelum penyemaian pada tray?

Jawab:
Durasi perendaman benih yang ideal adalah 8 jam. Lebih dari itu dapat merusak benih, sementara kurang dari 8 jam perkecambahan bibit rendah.

Berapa kedalaman maksimal lubang tray agar akar bibit dapat tumbuh dengan optimal?

Jawab:  
Kedalaman lubang tray sebaiknya 5 cm agar cukup ruang bagi perkembangan akar sementara media masih cukup bagi tunas & daun. Lebih dalam risiko kekeringan, sementara terlalu dangkal tunas sulit tumbuh tegak.

Berapa lama bibit pada tray harus ditumbuhkan di persemaian sebelum siap dipindah tanam?

Jawab:
Umur minimal bibit pada tray agar siap tanam adalah 4 minggu. Namun lebih optimal bila ditumbuhkan hingga 6 minggu agar akar kuat menopang pertumbuhan maksimal di lapangan.