Perkebunan

Peluang Usaha Budidaya Tanaman Tebu

Dilingkungan sekitar rumah Anda, mungkin tersedia peluang bercocok tanam tebu yang dapat memberikan panen berkali-kali dengan perawatan sederhana dan biaya terjangkau.

32

Dilingkungan sekitar rumah Anda, mungkin tersedia peluang bercocok tanam tebu yang dapat memberikan panen berkali-kali dengan perawatan sederhana dan biaya terjangkau. Peluang usaha pertanian ini menawarkan potensi luar biasa yang sayangnya sering terlewatkan.

Sebagai website penyedia informasi tentang pertanian dan perkebunan, perkebunan.org akan berbagi informasi tentang prospek bisnis dan cara budidaya tanaman tebu. berdasarkan penelitian dan pengalaman lapangan. Informasi ini terpercaya dan dapat menjadi acuan bagi Anda yang ingin menekuni usaha perkebunan tebu.

Memulai Usaha Perkebunan Tebu

Budidaya tebu tergolong mudah dilakukan karena tanaman ini tidak terlalu banyak menuntut perawatan intensif. Biaya produksinya juga cukup terjangkau dengan potensi panen berkelanjutan setiap tahunnya. Salah satu varietas unggul yang direkomendasikan adalah PS 862 karena mampu beradaptasi baik dan memberikan hasil optimal.

Dikutip dari Website Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, untuk dapat tumbuh dengan baik, tebu membutuhkan kondisi lahan dan iklim mikro sebagai berikut:

  • Curah hujan rata-rata 2.000 mm/tahun (dataran rendah) atau 1.500-3.500 mm/tahun (dataran tinggi)
  • Suhu udara antara 21-32 derajat Celcius
  • Tingkat keasaman (pH) tanah antara 5-6
  • Ketinggian tempat maksimal 900 mdpl

Selain persyaratan lingkungan tersebut, pastikan lahan tebu mendapat sinar matahari penuh minimum 8 jam per hari. Untuk tahap penanaman, Anda dapat melakukannya secara vertikal atau horizontal menggunakan stek dari batang tebu. Pastikan menggunakan stek dari batang yang sehat dan segar agar tumbuh dengan optimal di lahan baru.

Strategi Meningkatkan Produktivitas

Berikut ini akan dijelaskna beberapa strategi untuk meningkatkan hasil produksi tanaman tebu.

1. Jaga Kesuburan Tanah dengan Pemupukan Berkala

Pemupukan NPK secara rutin setiap 3 bulan sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman tebu. Gunakan pupuk NPK majemuk dengan komposisi 15-15-15 atau 16-16-16 sesuai rekomendasi. Lakukan pemupukan dengan cara disebar merata, kemudian benamkan pupuk tersebut agar lebih mudah diserap akar.

2. Bersihkan Lahan dari Gulma Pengganggu

Selain pemupukan, kebersihan lahan dan perawatan rutin juga penting. Bersihkan areal perkebunan tebu dari rumput liar atau gulma yang dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Gulma juga akan menghambat pertumbuhan tebu karena berebut unsur hara dan cahaya matahari.

3. Waspadai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Waspadai serangan hama dan penyakit utama pada tanaman tebu seperti penggerek batang, pengisap daun, dan penyakit kuning. Jika terlambat, serangan OPT dapat menggagalkan panen. Lakukan pengendalian OPT secara terpadu melalui sanitasi lingkungan, mekanis, biologi, dan kimiawi jika dibutuhkan.

4. Panen pada Umur dan Kematangan Optimal

Umur optimal tanaman tebu untuk dipanen adalah 11-12 bulan setelah tanam. Tentukan saat panen berdasarkan ciri fisik batang yang menguning dan mengering serta kandungan gula maksimal. Produktivitas rata-rata mencapai 70-100 ton per hektar dengan kandungan rendemen gula tinggi. Semakin matang tebu saat panen, semakin manis dan berkualitas batang tebu.

Memasarkan Hasil Panen Tebu

Pada saat panen tiba, Anda memiliki beragam opsi saluran pemasaran hasil panen tebu. Pabrik gula terdekat biasanya sudah memiliki kemitraan dengan petani tebu lokal, tinggal menghubungi pabrik gula tersebut untuk menanyakan harga dan mekanisme penjualan hasil panen.

Selain itu, pengrajin gula merah skala rumah tangga di pedesaan juga membutuhkan bahan baku tebu, dimana gula merah dari tebu biasanya lebih alami dan ramah lingkungan. Permintaan tebu segar oleh pedagang jus dan es tebu baik skala kecil maupun menengah juga cukup tinggi, terutama di musim panas, sehingga Anda bisa menawarkan hasil panen langsung ke pedagang-pedagang minuman tersebut.

Anda juga bisa memasarkan melalui Koperasi Unit Desa (KUD) setempat yang biasanya sudah memiliki relasi bisnis dengan berbagai pembeli hasil pertanian. Pada dasarnya, peluang pasar tebu cukup terbuka lebar. Pastikan kualitas dan kuantitas hasil panen memenuhi standar permintaan konsumen atau industri agar keuntungan berlipat dari usaha perkebunan tebu dapat diraih.

Refrence :

https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/tebu-saccharum-officinarum-linn-12

https://pertanian.ngawikab.go.id/2022/08/18/hama-hama-utama-tanaman-tebu/