Susu Untuk Pertumbuhan Tanaman

Diterbitkan 10 May 0089

Siapa dari kita yang tidak mengenal susu, minuman yang kaya akan protein ini selalu tersedia di minimarket ataupun warung-warung kecil disekitar rumah kita dan sangat gampang untuk mendapatkan dan mengonsumsinya. 

Susu memiliki banyak fungsi dan manfaat, untuk anak bayi susu menjadi gizi utama sebelum mereka dapat mencerna makanan padat dan untuk yang lanjut usia susu berfungsi untuk menopang tulang agar tidak keropos. Sekarang banyak sekali susu dikemas dalam bentuk unik yang bertujuan agar orang tertarik membeli dan mengonsumsinya.

Warna susu normal biasanya berwarna putih kebiru-biruan hingga putih keemasan, warna putih berasal dari butiran lemak, protein dan mineral yang ada di dalam susu sedangkan lemak dan beta karoten yang larut menciptakan warna kuning. 

Susu dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk), susu rendah lemak (low fat milk), dan susu bebas lemak (free-fat Milk) atau susu skim (skim milk). Susu kurang lemak biasanya dikonsumsi bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi lemak dalam susu, pada susu skim kadar lemaknya dikurangi hingga tidak ada sama sekali, tetapi residu dari kadar lemaknya bisa tersisa hingga 0,5 persen. 

Di beberapa negara meminum susu menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan saat sarapan, pada saat sekarang ini mengonsumsi susu tidak hanya dilakukan dengan cara diminum saja melainkan diolah menjadi mentega, yogurt dan juga es krim. 

Nah teman-teman pada artikel hari ini kita akan membahas tentang manfaat susu bagi tanaman beserta tips cara penggunaannya dan cara membuat pupuk organik cair berbahan dasar susu yang bertujuan agar menopang pertumbuhan tanaman secara maksimal, mari kita simak bersama-sama. 

Ada banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa susu baik untuk dijadikan pupuk baik digunakan dengan cara disemprot ke daun atau dengan cara di kocor pada tanaman, susu juga dapat mengatasi buah yang busuk dan rontok. Selain itu susu juga dapat kita gunakan sebagai fungisida untuk beberapa jamur terutama jamur embun tepung yang sering menyerang daun tanaman.

Susu yang bisa digunakan adalah susu langsung dari hewan ataupun susu kemasan bahkan sampai susu yang sudah basi sekalipun masih tetap bisa digunakan untuk tanaman kita. Jika teman-teman ingin menggunakan susu nya langsung, maka harus dicampur dengan air biasa terebih dahulu dengan perbandingan 1:1. 

Jika teman-teman menggunakan susu sebanyak 200ml maka campuran air bersihnya pun harus sebanyak 200ml juga, setelah itu campuran air tersebut sudah bisa kita gunakan langsung pada tanaman dengan cara disemprot atau dikocor. Teman-teman bisa memberikan pada tanaman sekitar 15 hari sekali, jika pemakaian nya rutin maka hasil dari pertumbuhan, pembuahan dan kesehatan dari tanaman kita akan lebih maksimal.

Apakah teman-teman sudah pernah menggunakan susu sebagai pupuk untuk tanaman dan hasilnya tidak seindah yang dibayangkan, buahnya menjadi busuk dan tanaman menjadi layu ? kemungkinan ada beberapa kesalahan yang teman-teman gunakan dalam memberikan susu nya pada tanaman. Untuk itu ada beberapa tips dalam menggunakan susu agar bermanfaat bagi tanaman yaitu :

  1. Jangan terlalu sering memberi susu pada tanaman, pemberian susu yang baik adalah seminima-minimalnya adalah sekitar 1 minggu sekali atau 15 hari sekali.
  2. Jangan memberi susu terlalu banyak, karna jika terlalu banyak maka susu tersebut akan mengundang patogen yang akan tumbuh dan merusak tanaman.
  3. Gunakan susu yang rendah lemak, susu yang tinggi kadar lemaknya inilah yang akan mengundang banyak bakteri yang merusak tanaman. Jika teman-teman menggunakan susu kemasan usahakan susu yang bertipe low fat milk yang mengandung 1 atau 2 persen lemak.
  4. Perhatikan tanaman sekitar satu jam setelah dilakukan penyemprotan apakah masih ada sisa susu yang menempel pada dedaunan tanaman, jika masih ada maka lakukan pengilapan dengan menggunakan kain basah atau disemprot dengan menggunakan air bersih agar sisanya dapat hilang.
  5. Biasakan terlebih dahulu melakukan tes percobaan karena tidak semua tanaman cocok dengan susu, lakukan terlebih dahulu pada 1 tanaman jika sehari setelah di semprot tanaman kita aman dan tidak terjadi apa-apa maka keesokan harinya bisa dilakukan pengulangan penyemprotan dengan dosis yang sama. 
  6. Jangan memberikan pupuk kimia atau pun pestisida kimia sesaat setelah kita memberikan susu pada tanaman kita, karena pupuk kimia atau pun pestisida kimia ini bisa membunuh bakteri baik yang kita harapkan dari susu tersebut. Jika teman-teman ingin mengkombinasikan nya bisa diberikan dihari berikutnya selang 3 hari atau bahkan 1 minggu setelah pemberian susu. 

Nah agar susu yang kita gunakan dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari resiko-resiko yang tidak kita inginkan, teman-teman bisa mengolah susu tersebut menjadi pupuk organik cair dengan cara sebagai berikut :

Pertama sekali teman-teman bisa sediakan 3 liter air kelapa sebagai pelarutnya, selain air kelapa treman-teman juga bisa menggantinya dengan air cucian beras ataupun air biasa akan tetapi jika ingin hasil yang lebih baik teman-teman bisa gunakan air kelapa sebagai pelarutnya. 

Kemudian tambahkan 300ml susu kedalam air kelapa tersebut dan tambahkan 50 gram msg dengan merek apa saja kemudian diaduk hingga merata. Setelah diaduk hingga merata kemudian teman-teman bisa tambahkan 3 butir telur dan boleh telur apa saja dan menambahkan 200 gram gula putih dan aduk hingga merata. 

Setelah semua bahan nya tercampur rata kemudian teman-teman bisa menambahkan 30ml Em4 atau setara dengan 3 tutup botolnya, jika teman-teman tidak mempunyai Em4 maka bisa menggantinya dengan satu botol yakult. 

Setelah semuanya telah tercampur rata kemudian semua campuran tersebut kita diamkan selama 14 hari lamanya dengan meletakkan pada tempat yang gelap dan wadahnya sebaiknya dibungkus dengan plastik yang berwarna hitam. Teman-teman harus melakukan proses buka tutup wadah dari campuran pupuk tersebut agar tidak terjadi ledakan gas pada saat membukanya di hari ke 14. 

Setelah campuran pupuk tersebut berumur 14 hari artinya pupuknya sudah bisa digunakan dengan cara disemprot atau dikocor. Jika teman-teman ingin menggunakan nya dengan metode semprot maka dosis yang digunakan adalah 10-20ml liter pupuknya dan ditambah 1 liter air dan disemprot pada daun tanaman 15 hari sekali pada pagi atau sore hari.

Jika teman-teman ingin menggunakannya dengan metode kocor cairan yang digunakan sedikit lebih kental, maka dosis yang digunakan adalah sekitar 30-50ml liter pupuknya + 1 liter air. 

Nah itu dia kelebihan susu yang bisa kita manfaatkan untuk pertumbuhan tanaman, bisa teman-teman coba dirumah agar tanaman lebih sehat dan tumbuh maksimal, sekian dulu artikel kita pada hari ini dan sampai jumpa kembali pada artikel berikutnya.

0

Share on

Buletin.

Jangan lewatkan artikel apa pun, berlangganan buletin dan Anda akan diberi tahu saat artikel baru diterbitkan