Diisi di Kebun Micin oleh Sri A. Rahayu

Ternyata Micin Dapat Mendorong Tanaman Tumbuh Subur

Diterbitkan 15 Apr 0054

Siapa yang tidak kenal dengan bahan yang satu ini, bagi emak-emak bila memasak tidak menggunakan micin serasa bagai sayur tanpa garam kurang enak dan kurang sedap. Micin secara ilmiah disebut dengan monosodium glutamate (msg), namun siapa sangka bahwa micin sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya tanaman kita.

Kandungan yang terdapat pada micin adalah unsur karbon, hidrogen, oksigen dan unsur natrium dan kalium. Unsur natrium dan kalium inilah yang dimanfaatkan pada tanaman agar tanaman tumbuh subur. Ada beberapa fungi natrium dan kalium ini yang dapat kita manfaatkan pada tanaman, yang pertama bisa menyuburkan tanaman terutama tanaman yang baru kita tanam berusiadua minggu keatas.

Manfaat yang kedua adalah dapat meningkatkan kadar air yang terdapat pada tanaman, unsur natrium yang terdapat pada micin dapat melakukan proses penahanan terhadap air sehingga tanaman yang kita beri micin akan dapat bertahan menyimpan air bila dimusim kemarau. 

Kemudian manfaat yang ketiga adalah dapat membuat tanaman kebal akan penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman, manfaat selanjutnya adalah dapat mempercepat proses pembungaan pada tanaman. Tetapi kita tidak bisa menjadikan micin ini sebagai pupuk tunggal untuk tanaman, harus dijadikan sebagai campuran npk dan lain-lain.

Manfaat selanjutnya adalah micin dapat membantu penghijauan daun tanaman, dikarenakan natrium dan kalium yang terdapat pada micin ini sangat membantu proses fotosintesis tanaman sehingga membantu menghijaukan daun tanaman. Kemudian unsur kalium yang terdapat pada micin ini dapat meningkatkan perakaran tanaman.

Ada beberapa cara yang harus diperhatikan untuk menggunakan micin pada tanaman,yang pertama adalah dengan cara menaburkan langsung pada tanaman. Tetapi harus benar posisi dan dosisnya karena jika salah dapat membunuh tanaman. Gunakan micin sebanyak 1 gram dengan membuat lobang di pinggiran tanaman dan jangan berdekatan dengan batang tanaman kemudian micinnya dimasukkan kedalam lobang tersebut kemudian ditutup kembali. 

Cara yang kedua yang dapat teman-teman lakukan adalah dengan cara menyiram ke media tanam dengan 1 liter air dan 5 gram micin kemudian dilarutkan hingga merata. Air yang digunakan sebaiknya air sumur,air kolam atau air sungai dan jangan menggunakan air pdam. Dan hindari mengaduk dengan tangan, gunakanlah sendok atau alat apapun senyaman teman-teman dan harus steril dan bersih. 

Setelah airnya larut kita hanya membutuhkan 100-200 ml per tanaman setiap minggunya dan tanaman yang dianjurkan adalah tanaman yang berusia 2 minggu dan jangan memberikan pada tanaman yang baru ditanam atau baru dipindah tanamkan. 

Cara pemberian yang ketiga adalah dengan cara menyemprotkan ke daun tanaman dengan melarutkan 4gram micin dengan 1 liter air dan aduk hingga sampai benar-benar larut. Setelah larut merata kemudian dimasukkan ke dalam semprotan dan disemprotkan pada daun tanaman satu minggu sekali dan jangan sampai mengenai buah dan bunganya karna bisa menyebabkan kerontokan. 

Selain dari cara pengaplikasian micin pada tanaman, ada beberapa kesalahan fatal dalam menggunakan micin pada tanaman sehingga memberikan efek bahaya diantaranya adalah memberikan micin secara langsung dan berdekatan dengan batang tanaman dan membuat tanaman layu dan akhirnya mati. 

Kemudian kesalahan yang kedua adalah menggunakan dosis yang terlalu banyak dan terlalu sering, seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi jika dengan menggunakan metode tabur cukup dengan 1 gram perminggu, dan jika dengan metode kocor cukup dengan 5 gram untuk 1 liter dan 100 ml yang digunakan untuk tanaman, dan jika disemprot pada daun hanya dengan 4 gram saja dan diberikan satu atau dua minggu sekali.

Kesalahan yang selanjutnya adalah melakukan penyemprotan pada bunga dan buah tanaman, ha ini sangat fatal teman-teman. Biasakan memberikan pada fase vegetatif tanaman sebelum tanaman berbuah dan berbunga, jika tanaman berbuah dan berbunga sebaiknya hentikan penyemprotan karena dapat menyebabkan kerontokan. 

Kesalahan yang keempat adalah memberikan micin pada tanaman yang besar meskipun micin mempunyai banyak manfat tetapi jika digunakan pada tanaman yang besar seperi pohon kelapa maka akan sia-sia karena tidak sepadan harga dan manfaatnya. Micin ini hanya dapat digunakan pada tanaman hias, sayuran atau tanaman-tanaman kecil yang masa panen nya singkat. 

Selain berbahaya pada tanaman, kelebihan konsumsi micin juga dapat mempengaruhi kesehatan kita lho teman-teman diantaranya adalah leher, lengan dan dada terasa panas, jantung berdebar dan bahkan sampai muntah. Efek ini akan muncul pada orang-orang yang sensitif akan glutamat yang terdapat pada micin dan efek ini tidak termasuk berbahaya karena akan hilang dengan sendirinya selama 5 jam.

Selanjutnya pada penderita asma harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi micin dan dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan, karena akan terjadi peningkatan serangan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung msg dalam jumlah sekitar 0,5-2,5 gram micin.

Micin juga dapat menyebabkan migrain pada anak-anak dan remaja dikarenakan pada rentang usia anak-anak dan remaja masih memiliki sensitivitas terhadap penyedap rasa yang mengandung msg. 

Pada tahun 1970 lembaga Food and Drug Administration milik pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan bahwa batas aman konsumsi micin adalah sebanyak 120 mg/kg berat badan/harinya dan batas itu disamakan dengan batas konsumsi garam. 

Micin juga tidak boleh diberikan pada bayi yang berusia kurang dari 12 minggu, dan batas asupan micin juga harus diperhatikan bagi anak-anak, remaja dan penderita asma.

Namun sebenarnya efek dari micin ini masih dalam masalah pro dan kontra, kelompok yang kontra akan micin lebih memilih untuk tidak menambahkan micin pada masakan agar menghindari efeknya yang telah beredar dimasyarakat. Kemudian untuk kalangan yang pro terhadap micin menganggap bahwa kelompok kontra telah salah mengambil kesimpulan tentang efek penyedap rasa yang ditambahkan kedalam masakan tersebut.

Silang debat diantara keduanya harus ditangani dengan baik oleh pihak-pihak yang terkait agar para konsumen dapat memahami dengan jelas dan sebenar-benarnya bahaya dari micin sehingga tidak terjadi selisih pendapat antara keduanya. 

Terlepas dari masalah kelompok yang pro dan kontra terhadap micin tentu saja kita sebagai masyarakat memilih jalan tengahnya, dengan cara mengonsumsi micin untuk penyedap makanan dalam jumlah yang wajar saja. Seperti yang kita ketahui bahwa segala penggunaan yang digunakan secara berlebihan akan menimbulkan efek tidak baik bagi tubuh kita. 

Sampai disini artikel kita pada hari ini, semoga bermanfaat dan kita semua selalu dalam keadaan sehat, sampai jumpa di artikel berikutnya. 

0

Share on

Buletin.

Jangan lewatkan artikel apa pun, berlangganan buletin dan Anda akan diberi tahu saat artikel baru diterbitkan