Dedauan

Prospek Bisnis Talas Beneng yang Menggiurkan

Saat ini, talas beneng tengah naik daun sebagai tanaman berprospek bisnis menggiurkan.

36

Saat ini, talas beneng tengah naik daun sebagai tanaman berprospek bisnis menggiurkan. Hampir seluruh bagian tanaman ini laku dijual karena nilai ekonomisnya tinggi, baik di dalam negeri maupun ekspor. Budidaya talas beneng cukup mudah dilakukan dengan modal kecil, namun bisa menuai keuntungan fantastis dalam waktu singkat.

Apa Itu Tanaman Talas Beneng?

Talas beneng merupakan salah satu varietas unggul tanaman talas dengan nama ilmiah Colocasia esculenta. Ia termasuk jenis tanaman umbi-umbian yang berasal dari daerah tropis. Ciri khas talas beneng ada pada bentuk umbinya yang besar dan panjang mencapai 120 cm dengan lingkar 15 cm.

Selain itu, talas beneng juga memiliki daun lebar nan unik. Pasalnya, sisi daun di bagian pangkalnya saling bertemu satu sama lain.

Saat ini sentra tanaman ini banyak dikembangkan petani di Pandeglang, Banten. Karena seluruh bagiannya dimanfaatkan industri, maka talas beneng pun digadang-gadang sebagai tanaman prospektif nan menguntungkan.

Syarat Tumbuh Talas Beneng

Sebelum terjun ke budidaya talas beneng, ada baiknya kita pahami dulu karakteristik dan syarat tumbuh tanaman ini. Umumnya talas beneng dapat tumbuh optimal pada lahan subur dengan drainase baik dan tekstur tanah berpasir.

Suhu udara yang ideal bagi pertumbuhannya berkisar antara 27-30 derajat celcius. Sementara untuk curah hujannya, talas beneng membutuhkan sekitar 2500-2800 mm/tahun agar bisa berproduksi maksimal.

Cara Budidaya Talas Beneng 

Secara garis besar, langkah budidaya talas beneng meliputi persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen hasil. Untuk persiapan lahan, pastikan menggunakan lahan subur yang bebas gulma dengan pH 5,5-6,5.

Selanjutnya, kita bisa melakukan pembibitan secara vegetatif dari umbi batang, umbi kecil, ataupun tunas. Gunakan media campuran tanah dan pupuk kandang untuk menumbuhkan tunas agar siap tanam.

Dalam penanaman talas beneng, buatlah lubang tanam berukuran 20x20x20 cm dengan jarak 100x100 cm. Sebelum menanam, beri pupuk kandang dan sekam bakar masing-masing 1-2 kg per lubang.

Jangan lupa untuk merawat tanaman secara optimal melalui penyiangan gulma secara rutin, pemupukan, serta antisipasi hama penyakit. Dengan begitu, hasil panen talas beneng pun akan maksimal.

Potensi Hasil Panen dan Keuntungan

Petani bisa mulai memanen daun talas beneng pada umur 3-4 bulan setelah tanam. Caranya cukup memetik daun yang telah menguning atau tua dengan interval sekitar seminggu sekali.

Rata-rata per batang talas beneng dihasilkan kurang lebih 34 lembar daun. Dengan total 10.000 tanaman per hektar dan berat per lembar daun 1 kg, maka total produksi daun segar mencapai 10 ton per hektar per bulan.

Lalu berapa potensi penghasilan dari budidaya tanaman ini? Jika mengacu pada harga daun talas basah di petani Rp1.000/kg, maka penghasilan kotor dari daun saja bisa mencapai 10 juta per bulan. Itu pun dengan masa panen yang bisa berlangsung hampir sepanjang tahun, kecuali saat penanaman dan peremajaan tanaman.

Sedangkan untuk umbi talas beneng sendiri baru bisa dipanen pada umur 6-9 bulan. Hasil panen bervariasi antara 20-45 kg per batang dengan total produksi mencapai 200 ton umbi kering per hektar dalam satu kali masa tanam.

Dengan harga jual rata-rata Rp1.000 per kg, maka penghasilan kotor dari umbi saja fantastis hingga 200 juta rupiah. Secara total, keuntungan dari usaha budidaya talas beneng bisa mencapai 280 juta per hektar dalam satu tahun.

Itu semua masih penghasilan kotor ya yang belum dipotong dengan biaya produksi mulai dari penyediaan lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja, dan sebagainya. Meski begitu, keuntungan bersih yang dihasilkan tetap saja besar dan menggiurkan.

Prospek Pasar Talas Beneng

Selain berpotensi menghasilkan keuntungan besar, prospek pasar talas beneng baik ekspor maupun lokal juga terbilang cerah. Di dalam negeri, umbi dan daun tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan dan non-pangan.

Sedangkan permintaan ekspor cukup tinggi datang dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Belanda, dan sejumlah negara maju lainnya. Daun talas kering bahkan dihargai hingga Rp50.000 per kg di Amerika.

Kesimpulan

Dengan seluruh potensi dan peluang bisnisnya tersebut, tak heran apabila saat ini banyak petani beralih menekuni budidaya talas beneng. Apalagi cara bercocok tanamnya terbilang cukup mudah untuk diterapkan bagi pemula sekalipun.

Jadi, tertarik merintis usaha agrobisnis talas beneng? Jika ya, segera siapkan modal dan persiapkan lahan budidaya sebelum kehabisan lahan subur!